Adanya Asisten Virtual Dapat Membuat Seseorang Suka Mengumpat

Adanya Asisten Virtual Dapat Membuat Seseorang Suka Mengumpat

Berita Teknologi РKehadiran asisten virtual seperti Alexa, Google Assistant serta Siri, nyatanya mempunyai bagian negatif. Berdasar pada riset dari Childwise, LSM pemerhati anak-anak serta remaja dari Inggris, mengatakan bila kids jaman now relatif sukai berkata kasar pada sesama.

Hal semacam ini karena mereka punya kebiasaan membentak serta berteriak waktu ‘berkomunikasi’ dengan asisten virtual. Dalam riset itu terdaftar sejumlah 42 % anak-anak berumur 9-16 tahun memakai piranti voice recognition di tempat tinggalnya.

Sebagian besar dari mereka punya kebiasaan menyuruh asisten virtual untuk menolong kerjakan pekerjaan tempat tinggal, seperti mencari satu kata atau kalimat di kamus virtual.

Pimpinan Peneliti Childwise, Simon Legget, mengingatkan kalau perubahan tehnologi bisa berimbas ke perilaku anak untuk belajar berkomunikasi dengan orang yang lain.

” Anak-anak mesti dibiasakan mengucap kata ‘tolong’ serta ‘terima kasih’ saat menyuruh asisten virtual. Bila tidak di ajarkan jadi hal yang sama juga akan dikerjakan pada orang yang lain. Mereka mesti di ajarkan bertutur kata lembut serta berlaku sopan, ” ungkap Legget, seperti diambil Telegraph, Jumat, 2 Februari 2018.

Terlebih, Legget meneruskan, pemakaian tehnologi paling baru saat ini semakin banyak dipakai oleh anak-anak daripada orang dewasa.

Oleh karenanya, anak-anak juga akan secara cepat terkena hal positif serta negatif dari teknologi tanpa ada dapat memisah-milah. ” Ini semestinya jadi peluang untuk tiap-tiap orang-tua untuk mengawasi anak-anaknya dalam pemakaian tehnologi, ” tuturnya.

Pada saat terpisah, guru besar Interaksi Komputer pada Anak dari Universitas Central Lancashire, Janet Read, mengimbau beberapa orang-tua untuk berlaku sopan pada piranti asisten virtual agar dapat dicontoh oleh anak-anaknya.

” Bila orang-tua katakan ‘terima kasih, Google Home, ‘ otomatis anak-anaknya juga akan ikuti. Demikian halnya demikian sebaliknya. Jadi, orang-tua jangan pernah lengah mengawasi anak-anak dalam menggunakan gadget (gawai), ” papar Read.