Ferrari Menguji Coba Benturan Sasis Barunya

Ferrari Menguji Coba Benturan Sasis Barunya

Berita Otomotif – Mulai musim Formula 1 2018, banyak rancangan yang telah dikerjakan oleh seluruh tim. Satu diantaranya, menguji coba benturan untuk sasis 2018, yang dikerjakan Ferrari.

Seperti yang ditulis Motorsport. com, Sabtu (24/12/2017), sasis sisi depan pabrikan berlambang kuda jingkrak ini telah ditest tabrak step pertama, Jumat (22/12/2017). Proses pengujian yang sudah di setujui Fédération Internationale de l’Automobile (FIA) ini, dikerjakan di CSI Center, Bollate.

Bernomor 669, serta telah terpasang piranti Halo, sasis baru Ferrari ini mesti melalui tes statis serta dinamis. Diterangkan, kedua tes yang perlu dikerjakan Ferrari, telah dikerjakan dengan baik.

Sesudah uji tabrak itu, beberapa pekerja Ferrari kembali repot merakit mobil yang akan dipakai untuk berburu title juara F1 tahun depan.

Untuk di ketahui, mobil penerus SF70H ini akan dipertunjukkan dengan resmi pada 22 Februari 2017. Mobil ini, diperkirakan akan berkompetisi dengan Mercedes serta Red Bull untuk merebutkan titel juara Formula 1 musim depan.

Fédération Internationale de l’Automobile (FIA) merencanakan untuk mengubah regulasi mesin balapan mobil F1 di 2021 yang akan datang. Rencanya, mesin 1. 600 cc V6 turbo akan dipertahankan, tetapi putaran mesin di buat lebih tinggi sampai 3. 000 rpm serta menyingkirkan MGU-H heat energy recovery sistem lantaran dipandang rumit serta mahal.

Hal itu lalu disikapi Mercedes, Renault, serta Ferrari. Semuanya pesimistis dengan ketentuan baru itu. Tetapi, berlainan dengan Aston Martin yang demikian percaya dapat memberi hal positif, serta menolong FIA untuk menjangkau perubahan.

Menurut Chief Executive Aston Martin, Andy Palmer, bila pihaknya mempunyai tempat jadi penyuplai mesin, dapat membawa balapan ini ke arah yang dikehendaki.

” Kami bertahan jadi pengganggu. Bila kami buat mesin yang saya sukai, kami akan tidak lakukan sendiri. Kami juga akan mulai mencari rekanan dari saat ini, ” tutur Palmer.

Lanjut Palmer, Aston Martin sudah memajukan surat pada FIA tentang dampak dari perubahan regulasi, serta indenpendensi pabrikan. Dalam surat itu, Aston Martin memiliki pendapat supaya tidak memakai energy recovery sistem.

Bila memanglah Aston Martin turut balapan jet darat, tidak tutup peluang, mereka akan memasok mesin untuk Red Bull Racing.