Gus Ipul Ajak Anak Muda Menjadi Petani Milenial

Gus Ipul Ajak Anak Muda Menjadi Petani Milenial

Berita Bisnis – Anak muda saat ini banyak yang tidak lagi berminat jadi petani. Bertani dinilai pekerjaan yang kurang prestisius, hingga pergantian petani banyak yang tidak berhasil. Menurut Calon Gubernur Jawa Timur berpendapat menjadi

” Pemuda kita sering berasumsi pekerjaan petani itu sengsara serta kumuh bergelut dengan lumpur serta kotor, walau sebenarnya tidak terus-terusan seperti itu, ” katanya, waktu berkunjung ke Desa Wisata Petik Bumiaji, Batu, Rabu (21/2).

Langkah pandang berikut yang membuat mereka meninggalkan profesi ini petani. Walau sebenarnya, pertanian jadi masa depan Jawa Timur. Terutama, Indonesia mempunyai potensi sumber daya alam yang berlimpah.

” Jangan sampai petani generasi penerus kita kelak digantikan petani muda dari negara beda, ” tuturnya.

Pemerintah, lanjut dia, mempunyai tanggung jawab untuk menarik golongan muda jadi petani milenial. Langkahnya, dengan mengubah langkah pandang pada profesi petani sampai kini.

” Seperti petani di Bumiaji, Batu ini, mereka sudah membuat lahan kebunnya hasilkan jambu kristal organik. Ini bukti petani milenial yaitu petani yang kreatif, ” tuturnya.

Petani milenial, menurut Gus Ipul, sistem produksinya mengaplikasikan digitalisasi dari hulu ke hilir. Diawali dari pemulihan lahan, penentuan bibit dapat menerapkan aplikasi khusus. Bahkan juga untuk quality control, sudah bisa menggunakan aplikasi.

” Hingga cukup difoto telah dapat di ketahui kualitas dari sayur ini. Adakah beberapa penambahan pupuk serta beda lain diluar prosedur dapat diawasi dengan baik, ” tuturnya.

Gus Ipul juga mengharapkan, petani milenial dari golongan muda nanti dapat ikut mengembangkan pertanian organik. Hasil pertanian organik harganya termasuk mahal. Diluar itu, sayuran serta buah-buahan organik tidak demikian banyak yang menikmatinya.

” Kemungkinan menanam product organik tinggi, karena saat panen yang lama serta riskan hama, hingga harganya juga mahal. Tetapi ini jadi satu tantangan untuk golongan muda untuk ikut berinovasi mengatasi masalah ini. Ini menantang, ” kata dia.

Dengan inovasi yang lahir, nanti diharapkan bisa menolong meningkatkan produksi petani lantas tingkatkan pendapatan sampai kesejahteraan petani milenial terwujud.