Kadar Gula Darah Yang Tinggi Berbahaya Bagi Kesehatan

Kadar Gula Darah Yang Tinggi Berbahaya Bagi Kesehatan

Berita Lifestyle – Usaha mengawasi gula darah dan batasi konsumsi makanan bergula tidak hanya mesti diaplikasikan untuk pasien diabetes, tetapi ikut kebanyakan orang.

“Gula pada minuman diserap badan dengan cepat sekali, yang manakah dampaknya penambahan kandungan gula darah yang mencolok dan insulin,” kata Vasanti Malik, periset di Harvard T.H. Chan School of Public Health diambil dari Reader’s Digest.

Kandungan gula darah yang tinggi tidak hanya berefek pada diabetes. Keadaan ini dapat juga menyebabkan bermacam masalah kesehatan yang lain pada badan.

Perihal itu berlangsung karena darah berada di semua badan. Waktu gula darah bertambah, semua anggota badan akan terganggu.

1. Tingkatkan resiko penyakit jantung

Tingginya kandungan gula darah terkait dengan timbulnya bermacam penyakit termasuk juga penyakit jantung. Gula terlalu berlebih mengakibatkan obesitas, inflamasi dan desakan darah tinggi. Semua yang ditimbulkan dari tingginya konsumsi gula menimbulkan aspek resiko penyakit jantung.

Diambil dari Healthline, studi pada 30ribu orang temukan mereka yang konsumsi 17-21 % kalori dari gula penambahan mempunyai resiko 38 % semakin besar untuk wafat karena penyakit jantung di banding dengan mereka yang konsumsi cuma 8 % gula penambahan.

Menjadi contoh, dari 473 mililiter soda memiliki kandungan 52 gr gula atau sama dengan 10 % keperluan kalori badan berdasar pada diet dua ribu kalori. Berarti, cuma satu minuman bergula dapat melewati keperluan kalori dari gula penambahan.

2. Penuaan dini

Gula diketahui menjadi pemicu inflamasi. Inflamasi tidak kembali jadi masalah remeh karena beresiko mengakibatkan kulit cepat tua.

Gula bisa menempel pada protein pada saluran darah dan menciptakan molekul beresiko yang dimaksud ‘advanced glycation end products (AGEs). Molekul ini mengakibatkan kerusakan kolagen dan elastin pada kulit sehingga kulit jadi kusam dan timbul kerutan.

3. Mengacaukan tanda otak

Walau belumlah dapat dibuktikan memunculkan adiksi, gula berlebihan mempunyai dampak negatif pada otak.

Ed Saltzman, periset di Energy Metabolism Laboratory, Jean Mayer USDA Human Nutrition Research Center on Aging, Tufts University mengatakan makanan atau minuman dengan perasaan manis memunculkan kemauan untuk konsumsi makanan atau minuman dengan perasaan sama. Dampak ini berlangsung pada salah satunya sisi otak yang dimaksud skema limbik.

“Dalam kata lainnya kita melatih otak untuk suka pada dan inginkan makanan dengan perasaan manis ini dan ini tingkatkan mengkonsumsi atas makanan,” tutur Saltzman diambil dari Reader’s Digest.

4. Mengakibatkan kerusakan gigi

Mengkonsumsi gula bisa mengakibatkan kerusakan gigi. Bakteri pada gigi akan merubah gula jadi asam. Bila dilewatkan, asam akan mengakibatkan kerusakan enamel gigi sehingga bakteri bisa masuk pada susunan dalam gigi atau dentin.

“Makin banyak gula yang dimakan, makin asam mulut dan bertambah cepat pembusukan berlangsung,” kata Sanda Moldovan, dokter spesialis gigi dan mulut.

Tidak hanya itu, gula memberikan makan perkembangan jamur yang membuat pojok mulut atau lidah jadi memerah. Ini membuat mulut jadi lebih peka pada perasaan pedas.

5. Naikkan stres

Minuman atau makanan manis nampaknya tidak jadi obat buat stres. Psikolog Deborah Serani mengatakan tingginya mengkonsumsi gula berbentuk karbohidrat meningkatkan kandungan gula dalam darah. Kandungan gula darah tinggi berarti mood makin lebih buruk, cepat geram, tidur tidak teratur dna tingkatkan inflamasi.

6. Impotensi

Gula rupanya terkait dengan kegiatan seksual. Mungkin beberapa pria mesti melupakan minuman manis atau kudapan manis saat kencan.

Waktu kandungan gula dalam saluran darah tinggi, jadi pria beresiko alami impotensi. Gula memengaruhi skema peredaran darah yang mengatur saluran darah ke semua badan. Walau sebenarnya perputaran darah mesti kerja tambahan untuk ereksi.

7. Penurunan Kognitif

Studi yang launching tahun ini dalam jurnal Diabetologia mencatat jalinan pada tingginya kandungan gula darah dengan penurunan manfaat kognitif.

Studi itu mengkaji lebih dari 5 ribu orang saat 10 tahun. Akhirnya, orang dengan kandungan gula darah tinggi mempunyai penurunan kognitif sangat cepat.

8. Penyakit ginjal

Gula darah yang tinggi dapat mengakibatkan kerusakan manfaat ginjal sehingga mengakibatkan penyakit ginjal. Gula darah yang tinggi mengakibatkan ginjal kerja lebih keras dalam menyamakan cairan dan buang toksin pada tubuh.