Kereta Api Pertambangan Palembang Akan Segera Mulai Dioperasikan

Kereta Api Pertambangan Palembang Akan Segera Mulai Dioperasikan

Berita Bisnis – Sekretaris Pokja IV Irjen Pol Carlo Brix Tewu menjelaskan bakal mengupayakan mempercepat Kebijaksanaan ekonomi menggerakkan pengoperasionalan kereta api tambang di Palembang, Sumatera Selatan untuk efisiensi pengiriman batu bara dalam rencana percepatan ekonomi.

Dalam rapat paling akhir bersama dengan Pokja IV, diutamakan Carlo tidak kembali mengulas masalah asset PT KAI yang bergesekan dengan interkoneksi itu, melainkan masalah peraturan pengendalian pada PT KAI dengan Kemenhub.

“Kita telah fasilitasi pertemuan menyertakan beberapa pihak berkaitan saat seringkali. Kita telah memberi referensi, serta rapat paling akhir diakhir Oktober atau awal November lantas, kita beri peluang pada PT KAI lalu dengan Dirjen PJKA di Kemenhub, serta Dizamatra untuk mengulas dengan tehnis, hingga apakah hambatan-hambatannya tidak ada,” tutur Carlo waktu dihubungi.

Carlo menuturkan, untuk masalah asset telah tuntas serta tidak dibicarakan kembali di rapat paling akhir. Rapat itu mengulas singgungan pengendalian pada PT KAI serta Kemenhub.

“Pak Yasonna sebagai Ketua Pokja sudah memberi batasan waktu dua minggu untuk penyelesaian masalah itu. Sudah seharusnya tuntas, tetapi kita belumlah terima laporannya,” kata Carlo.

Dalam peluang yang sama Carlo mengutamakan, pihaknya selalu menggerakkan pengoperasionalan interkoneksi yang searah dengan paket kebijaksanaan ekonomi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu.

Dia memberikan keyakinan jika belumlah ada diketemukan penyelesaian masalah didapati dalam proyek investasi sejumlah Rp6 triliun itu, jadi Pokja IV akan mengadakan rapat serta menggerakkan masalah ini ke rapat tingkat menteri dalam tempo dekat.

“Pak Ketua, Pak Yasonna,telah pimpin rapat serta telah mengutamakan pada semua pihak, pentingnya PT KAI serta dari Kementerian Perhubungan supaya sama dengan kebijaksanaan pemerintah yang memberi percepatan berupaya. Jika ada beberapa hal yang kerjasamanya bersamaan dengan ketentuan, agar mereka lakukan beberapa langkah percepatan. Itu yang kita kehendaki,” kata bekas Plt Gubernur Suluawesi Barat itu.

Awal mulanya dikabarkan, PT Dizamatra Powerindo telah empat tahun berdialog dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk memperoleh izin interkoneksi dengan jalan perkeretaapian nasional di Palembang. Perusahaan ini mendapatkan kontrak untuk memasok 500 ribu ton batubara ke PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

PT Dizamatra Powrindo melalui anak perusahaannya PT Priamanaya Transportasi merencanakan meningkatkan supply jadi 10 juta ton/tahun dengan angkutan batubara poin to poin (perkeretaapian khusus) yang terkoneksi dengan jalan perkeretaapian nasional.

Selama ini, Dizamatra Powerindo sudah kantongi izin prinsip pembangunan serta izin penentuan trase perkeretaan khusus. Akan tetapi, PT KAI sampai sekarang belumlah ingin meneken kesepakatan interkoneksi. Mengakibatkan, izin operasi ikut tidak keluar.

Disamping lain, Pemerintah Propinsi Sumatera Selatan semenjak 8 November lantas akan memutuskan melarang truk-truk pengangkut batubara melewati jalan umum. Menjadi substitusinya, perusahaan batubara disuruh melewati jalan khusus serta jalan perkeretaapian.

Sesudah Empat tahun terkatung-katung, Dizamatra Powerindo pada akhirnya memberikan laporan masalah ini ke Pokja IV Satgas Percepatan Kebijaksanaan Ekonomi.

Carlo mengaku tanpa percepatan interkoneksi serta terdapatnya larangan sesuai dengan Pergub itu akan membuat pihak investor mempunyai beban operasional yang lebih berat.