Kurang Tidur Mengakibatkan Hormon Tidak Seimbang

Kurang Tidur Mengakibatkan Hormon Tidak Seimbang

Berita Lifestyle – Utamanya tidur berkualitas bukan rahasia kembali. Beberapa pakar kesehatan telah berkoar-koar mengenai utamanya tidur lama. Seseorang dianjurkan untuk tidur cukuplah saat 6-7 jam dalam satu hari.

Kurang tidur mengakibatkan perasaan capek dan tidak bergairah dalam melakukan aktivitas. Tidak cuma itu, kurang tidur juga dapat berbuntut pada ketidakseimbangan hormon.

“Kurang tidur mengakibatkan ketidakseimbangan banyak hormon. Serta mengakibatkan, ketidakseimbangan hormon-hormon ini mengakibatkan kurang tidur yang lebih kronis,” jelas pakar kesehatan Veronica Anderson, mencuplik Bustle.

Beberapa efek akan menyerang hormon badan saat Anda kekurangan jam tidur. Tersebut beberapa efeknya.

1. Abnormalitas insulin
Kurang tidur tingkatkan depresi dan resistensi pada insulin. Studi tunjukkan, mereka yang kurang tidur tunjukkan kelainan pada insulin. Mengakibatkan, pemrosesan glukosa jadi tidak normal.

“Proses ini, saat berkepanjangan bisa tingkatkan resiko diabetes type 2,” tutur Anderson.

2. Pengaruhi hormon tiroid
Tidur pun didapati merubah kapasitas hormon tiroid. Menurut Anderson, kurang tidur kronis dapat tingkatkan TSH atau thyroid stimulating hormone alias penyebab produksi hormon tiroid.

“Tingginya kandungan TSH ditranslate menjadi metabolisme badan yang lebih lamban dan tiroid yang kurang aktif,” paparnya.

Tanda-tanda dari derasnya TSH adalah perasaan lemas, demam, dan rambut rontok.

3. Muncul perasaan lapar karena rendahnya leptin
Leptin merupakan hormon yang begitu bertindak dalam peraturan berat badan, manfaat metabolisme dan reproduksi.

“Peranan dari leptin adalah mendesak napsu makan dan memberi tanda ke badan kapan saatnya berhenti makan,” kata Anderson.

Tidak cuma leptin, ghrelin juga ikut dipengaruhi. Hormon ini kerja bersimpangan dengan leptin. Dia menstimulasi nafsu makan dan memberi isyarat buat badan bila datang saatnya makan.

Rendahnya leptin dan tingginya ghrelin cuma akan membuat badan merasa lebih lapar dari umumnya.

4. Depresi tanda-tanda naiknya kortisol
Kurang tidur akan meningkatkan kandungan hormon kortisol, si hormon depresi. Untuk mendapatkan tidur yang cukuplah, hormon satu ini mesti sinkron dengan hormon melatonin alias hormon tidur.

Hormon kortisol yang bertambah dan tidak kunjung turun adalah permulaan ‘lingkaran setan’. Berarti, seseorang yang merasa susah tertidur akan melek tadi malam suntuk dan membuat dia begitu kekurangan jam tidur. Perihal itu akan selalu berulang.

5. Mendesak hormon sex
Kurang tidur pun punya pengaruh pada hormon sex. Kortisol yang bertambah membuat hormon sex seperti testosteron, estrogen dan progresteron alami penurunan.

Pakar hormon Don Colbert mengatakan, kurang tidur turunkan kandungan testosteron sekaligus juga terkait dengan rendahnya libido, daya rendah dan kurang konsentrasi.