Lippo Karawaci Pilih John Riady Menjadi CEO
Lippo Karawaci Pilih John Riady Menjadi CEO

Berita Bisnis – PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) menginformasikan gagasan transformasi taktik menyeluruh untuk merekapitalisasi perseroan. Salah satunya usahanya dengan lakukan pergantian deretan dewan komisaris serta direksi perseroan.

Pergantian deretan dewan komisaris serta direksi perseroan untuk wujudkan taktik usaha baru. Deretan dewan komisaris yang baru ditunjuk terbagi dalam, John Prasetio menjadi Presiden Komisaris Berdiri sendiri. Lantas, deretan komisaris yakni Stephen Riady, George Raymond Zage III, Kin Chan, serta Anangga W. Roosdiono.

Perseroan pun menunjuk John Riady menjadi Chief Executive Officer atau CEO. Lalu, Sutya Tatang sebagai Chief Financial Officer, Peter Yu menjadi Director of Projects, Bret Matthew menjadi Head of Investor Relations, serta Marshall Martinus sebagai Chief Operating Officer.

“Saya terasa terhormat menggenggam jabatan menjadi CEO perseroan. Saya lihat kesempatan yang besar untuk menggerakkan kelebihan operasional, konsentrasi, serta pendekatan yang lebih disiplin dalam alokasi modal,” kata John Diambil dari info sah PT Lippo Karawaci Tbk, Selasa, 12 Maret 2019.

Lalu, menjadi gagasan transformasi, perseroan pun mengambil keputusan permodalan sejumlah US$1.010 juta. Perincian nilai ini yakni US$730 juta hasil dari right issue yang ditanggung seutuhnya oleh keluarga Riady. Lantas, dana sejumlah US$280 juta dari penyelesaian gagasan divestasi asset.

Selain itu, menjadi bukti keyakinan pada prospek LPKR, George Raymondd Zaage II serta Chow Tai Fook Nominee Limited, semasing di tandatangani kesepakatan untuk beli right. Dan sepakat untuk beli saham lewat rights issue dengan prinsip keseluruhan sejumlah US$70 juta.

Dengan program permodalan ini diinginkan dapat memaksimalkan neraca LPKR lewat penurunan rasio utang serta pelunasan keharusan utang sampai US$275 juta. Arah lainnya menyiapkan buffer likuiditas yang cukuplah buat LPKR untuk mendanai keharusan bunga utang serta sewa REIT sampai akhir 2020.