Masyarakat Dihimbau Agar Laporkan Obat dan Makanan yang Mencurigakan

Berita Kesehatan – BPOM Republik Indonesia mengimbau pelaku usaha supaya senantiasa menaati ketentuan perundang-undangan yang berlaku dalam menggerakkan usahanya. BPOM juga mengharap masyarakat berperan serta aktif dengan memberikan laporan jika temukan beberapa hal yang mencurigakan berkaitan peredaran obat serta makanan ilegal termasuk juga palsu.

Masyarakat Dihimbau Agar Laporkan Obat dan Makanan yang Mencurigakan

 

 

Sekian di sampaikan Kepala BPOM Penny K. Lukito waktu menggeledah fasilitas distribusi pangan di Komplek Pergudangan Duta Keinginan Indah (DHI) Blok KK nomor 40-42 Teluk Gong, Jakarta Utara, dalam info pers, di Jakarta, Kamis (14/12).

Menurut Penny, masyarakat harus juga jadi customer cerdas dengan senantiasa ” Cek KLIK “. Penny mengharap supaya masyarakat meyakinkan paket dalam keadaan baik, mengecek info product pada labelnya, meyakinkan mempunyai Izin edar BPOM, serta meyakinkan product tidak lebih dari masa Kedaluwarsa. Masyarakat dapat juga mengecek legalitas product obat serta makanan lewat situs Badan POM atau aplikasi android “CekBPOM”.

Badan Pengawas Obat serta Makanan dengan Polda Metrojaya temukan pangan import tanpa ada izin edar (TIE)/ilegal sejumlah 45 tipe pangan olahan serta pangan olahan beku yang juga akan di jual di restoran-restoran di Jakarta waktu menggeledah fasilitas distribusi pangan di Komplek Pergudangan Duta Keinginan Indah (DHI) Blok KK nomor 40-42 Teluk Gong, Jakarta Utara, Selasa (12/12) malam.

“Temuan beberapa produk ilegal ini berisiko membahayakan kesehatan masyarakat. Produk pangan serta kosmetika ilegal tidak bisa ditanggung keamanan, faedah, serta kualitasnya karna belum juga lewat penilaian dari Tubuh POM RI”, tutur Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito waktu meninjau segera tempat fasilitas distribusi tersebut .

Saat ini mungkin saja BPOM belum juga dapat masuk serta menindak restoran-restoran itu, tapi Penny menyatakan BPOM juga akan masuk restoran serta bertindak tegas.

Menurut Penny, perbuatan yang dikerjakan yang memiliki fasilitas adalah pelanggaran pada pasal 139, 142, serta 143 Undang Undang Nomor 18 Tahun 2012 mengenai Pangan dengan ancaman pidana penjara kurungan paling lama 5 tahun serta denda paling banyak 10 miliar rupiah.

“Selain merugikan kesehatan, product import ilegal juga merugikan dengan ekonomi karna masuk ke Indonesia tanpa ada membayar pajak, serta punya pengaruh pada daya saing produk Indonesia”, tegas Penny.