Mendeteksi Penyakit Melalui Raut Wajah

Mendeteksi Penyakit Melalui Raut Wajah

Berita Lifestyle – Raut muka tidak cuma dapat mengutarakan ekspresi. Tehnologi paling baru kini dapat mengidentifikasi penyakit cukup dengan lihat raut muka seseorang.

Riset paling baru berhasil temukan tehnologi kecerdasan bikinan atau artificial intelligence (AI) yang bisa mengidentifikasi beberapa penyakit kelainan genetik langka dengan tepat cukup dengan menggunakan photo muka pasien.

Tehnologi AI yang dinamakan DeepGestalt ini bahkan juga dimaksud mengungguli dokter saat mengidentifikasi beberapa tanda-tanda dalam 3x eksperimen.

Kecerdasan bikinan ini dapat mengidentifikasi sindrom Angelman. Nama paling akhir merupakan kelainan yang merubah skema saraf dengan beberapa ciri ciri khas seperti mulut lebar dengan gigi yang luas, mata menunjuk mengarah yang berlainan, atau lidah yang menonjol.

“Ini tunjukkan keberhasilan aplikasi algoritma mutakhir ke suatu data yang begitu kecil (penyakit),” kata pemimpin penelitian Yaron Gurovich, diambil dari CNN. Ia merupakan kepala tehnologi di FDNA, perusahaan kecerdasan bikinan dan obat presisi.

Gurovich dan timnya membuat DeepGestalt dengan algoritma yang dalam. Mereka menggunakan 17 ribu gambar muka pasien dari database pasien yang didiagnosis lebih dari 200 sindrom genetik yang berlainan.

Akhirnya, kecerdasan bikinan ini mengungguli dokter dalam dua set terpisah untuk mengidentifikasi sindrom dari 502 gambar yang diambil. Dalam tiap-tiap tes, AI menyarankan rincian sindrom yang mungkin dan mengidentifikasi sindrom yang benar dengan ketepatan 91 %.

Tes lainnya pun dikerjakan untuk mengidentifikasi subtipe genetik yang berlainan dalam sindrom Noonan, yang menyebabkan beberapa permasalahan kesehatan seperti cacat jantung. Keberhasilan kecerdasan bikinan ini mempunyai tingkat keberhasilan 64 %. Walau sebenarnya, dalam studi awal mulanya, dokter cuma dapat mengidentifikasi 20 % saja.

“Perihal ini tunjukkan jika skema ini bisa digunakan dalam pengujian klinis,” tutur Gurovich.

Penemuan ini dimaksud buka pintu untuk aplikasi kecerdasan bikinan dan aplikasi berkaitan identifikasi sindrom genetik baru. Akan tetapi, di lain sisi, gambar muka yang didapati ini pun dapat memunculkan diskriminasi individu.