Musim Yang Tepat Untuk Berwisata Ke Jepang

Musim Yang Tepat Untuk Berwisata Ke Jepang

Berita Lifestyle – Jepang masih jadi tujuan wisata favorite turis Indonesia. Sebelum pesan fasilitas di harga terlalu mahal, berdesakan dengan juta-an turis atau justru merasakan kota kosong melompong, tersebut ini tips musim yang pantas dijauhi saat hadir ke Negeri Matahari Keluar, seperti yang diambil dari Live Japan:

1. Libur akhir tahun (akhir Desember-awal Januari)

Natal tidak ramai di Jepang, tetapi demikian sebaliknya dengan Tahun Baru.

Waktu Tahun Baru sejumlah besar masyarakat akan berwisata keluar kota atau keluar negeri, sehingga kota jadi sepi. Beberapa toko ikut tutup.

Meskipun begitu kuil-kuil ramai didatangi buat mereka yang ingin berdoa untuk peruntungan lebih baik di tahun baru.

Di waktu ini akan banyak pesta potongan harga berbelanja yang digelar.

2. Tahun Baru China (awal sampai pertengahan Februari)

Walau sejumlah besar masyarakat Jepang tidak merayakan Tahun Baru Imlek, akan tetapi Jepang akan diserang oleh turis dari Hong Kong, Taiwan, dan China yang tengah nikmati saat liburan.

Titik-titik ramai turis seperti Tokyo dan Kyoto akan jadi lebih ramai.

3. Musim mekar Sakura (bergantung tempat; Kyoto dan Tokyo pada pertengahan Maret)

Berjalan mulai pertengahan Maret di sejumlah tempat, musim mekar Bunga Sakura adalah salah satunya musim sangat ramai turis di Jepang.

Juta-an pengunjung dari dalam dan luar negeri akan memenuho tempat tumbuhnya Pohon Sakura, dari mulai taman, kuil sampai tepi jalan.

Kyoto dan Tokyo akan diserang turis pada musim ini.

4. Golden Week (akhir April-awal Mei)

Golden Week adalah periode 1 minggu dengan 5 hari libur nasional, diawali dengan Showa Day pada 29 April dan disudahi dengan Children’s Day pada 5 Mei.

Banyak perusahaan dan toko tutup karena ambil jatah cuti bersama dengan saat periode ini.

Walau situasi akan lebih sepi, akan tetapi kereta akan lebih ramai. Berdesak-desakan adalah perihal yang wajar dalam musim ini.

5. Musim Hujan Jepang (di sejumlah tempat awal Juni-pertengahan Juli)

Sesudah Bunga Sakura bermekaran, musim semi yang diikuti dengan sejuknya angin dan birunya langit hadir di Jepang.

Di awalnya Juni hujan mulai turun kira-kira saat enam minggu, sehingga mengakibatkan hawa jadi lebih lembab.

Rintik hujan pasti akan hadir mendadak, sehingga harus mengecek ramalan cuaca sebelum merencanakan pekerjaan wisata.

6. Silver Week (pertengahan September)

Periode berlibur ini memerlukan keterangan cukup mendalam, karena tidak berlangsung tiap-tiap tahun.

Jepang mempunyai dua hari libur di bulan September: Respect for the Aged Day (yang diadakan di hari Senin ke-3 bulan September) dan Autumnal Equinox Day (sekitar 23 September).

Pada tahun-tahun spesifik, tanggal-tanggal ini bisa berlangsung bertepatan dan menciptakan cuti bersama dengan saat 5 hari.

Saat ini berlangsung, kejadian ini dijuluki Silver Week. Suasananya kira-kira sama juga dengan Golden Week.

Silver Week setelah itu akan berlangsung pada 2026, 2032, 2037, dan 2043.

7. Musim gugur (bergantung tempat; September di Hokkaido, Desember di Kumamoto)

Musim gugur memberikan pemandangan dan situasi yang lebih romantis di Jepang.

Sama dengan musim mekar Sakura, pada musim ini turis banyak yang datang ke lokasi yang pepohonannya sedang bertukar warna.

Lokasi asri seperti Hokkaido, Kumamoto, Kyoto, Nara, dan Nikko diserang turis saat musim ini.