OJK Ungkapkan Lima Kebijakan Strategis Hadapi Tahun 2019

OJK Ungkapkan Lima Kebijakan Strategis Hadapi Tahun 2019

Berita Bisnis – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengadakan pekerjaan Pertemuan Industri Layanan Keuangan 2019 di hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Jumat malam 11 Januari 2019. Acara ini didatangi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla serta beberapa menteri Kabinet Kerja.

Dalam sambutannya, Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso menjelaskan, jika tahun 2019 ialah tahun yang akan tidak gampang. Akan tetapi OJK masih berusaha memfasilitasi serta memberi keringanan dalam memberi dukungan bidang prioritas pemerintah.

“Dikerjakan lewat kebijaksanaan serta ide yang akan diprioritaskan pada lima ruang,” tutur Wimboh.

Dia menuturkan, kebijaksanaan pertama ialah jadi besar pilihan pembiayaan buat bidang strategis, baik pemerintah serta swasta lewat peningkatan pembiayaan dari pasar modal. Ke-2, menggerakkan instansi layanan keuangan tingkatkan peran pembiayaan pada bidang prioritas seperti industri export, substitusi import, pariwisata ataupun bidang perumahan.

Lantas ke-3, OJK selalu berupaya memperluas penyediaan akses keuangan buat UMKM serta penduduk kecil di daerah terpencil yang belumlah terlayani instansi keuangan resmi. Ke empat, OJK menggerakkan pengembangan industri layanan keuangan dalam melawan serta manfaatkan Revolusi Industri 4.0.

“Dengan mempersiapkan ekosistem yang ideal serta menggerakkan instansi layanan keuangan lakukan digitalisasi produk serta service keuangannya dengan manajemen resiko yang ideal,” tuturnya.

Paling akhir, OJK akan manfaatkan teknologi dalam proses usaha baik dalam pengawasan perbankan berbasiskan teknologi serta perizinan yang bertambah cepat termasuk juga proses fit and proper test.

“Izin ini awalannya dari 30 hari kerja jadi cuma 14 hari kerja,” katanya.