Pemerintah Akan Lakukan Perjanjian Amerika Guna Tingkatkan Ekspor

Berita Bisnis – Kementerian Perindustrian menjanjikan juga akan mendorong perampungan kesepakatan kerjasama ekonomi komprehensif dengan Eropa, Amerika Serikat serta Australia. Penguatan kesepakatan ini diharapkan bisa menguatkan export Indonesia.

Pemerintah Akan Lakukan Perjanjian Amerika Guna Tingkatkan Ekspor

” Bila hambatannya itu dikurangi, seperti bea masuk export, kemampuan indusri tekstil serta alas kaki kita juga akan turut naik, ” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Minggu (7/1/2018).

Sekarang ini, kata dia, ekspor industri pengolahan nonmigas hingga November 2017 sebesar US$114, 67 miliar atau naik 14, 25% dibanding periode yang sama di 2016 sekitaran US$100, 36 miliar. Ekspor industri pemrosesan nonmigas ini memberi peran sampai 74, 51% dari keseluruhan ekspor nasional hingga November 2017 yang mencapai US$153, 90 miliar.

Airlangga tidak menjelaskan potensi kenaikan ekspor sesudah perjanjian ini di revisi. Tetapi dia yakini perkembangan industri akan jauh ada di atas potensi pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurutnya, saat ini pertumbuhan kinerja industri begitu kuat. Ia mencontohkan sebagian bidang yang pertumbuhannya diatas pertumbuhan ekonomi walau belum ada revisi kesepakatan perdagangan seperti industri makanan dan minuman, industri kimia, industri berbasiskan hilirisasi baja, industri pulp serta kertas, serta industri perhiasan.

” Yang terutama didukung dengan ketersediaan bahan baku serta harga energi yang kompetitif, ” tuturnya.

Sesaat untuk di dalam negeri, dia menyebutkan pihaknya selalu mengupayakan pemberian insentif fiskal pada industri yang mengembangkan pendidikan vokasi serta membuat pusat inovasi di Indonesia.

” Dalam rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo, saya berikan kalau Kemenperin telah mengajukan pada Kementerian Keuangan berkaitan pemberian tax allowance sebesar 200% untuk vokasi serta 300% untuk research and development, ” tuturnya.

Menurut Airlangga, sarana insentif fiskal itu adalah hasil benchmark dengan Thailand serta negara beda. Diharapkan, juga akan ikut meningkatkan daya saing Indonesia di banding negara ASEAN lain.