Persediaan Beras Bintan Dinilai Aman

Berita Bisnis – Pedagang beras di Tanjunguban, Bintan Utara, Indra Setiawan, menyebutkan, sampai saat ini pihaknya tidak alami kelangkaan beras, karna stock persediaan cukup. ” Saat ini kami mempunyai stok persediaan 150 ton, cukup untuk penuhi kebutuhan warga sampai akhir Februari, ” kata Indra di Tanjunguban, Kepulauan Riau, Selasa (16/1/2018).

Persediaan Beras Bintan Dinilai Aman

Stok beras ini adalah jenis premium yang dihadirkan dari Jawa Barat, dengan harga sebelumnya berlangsung kenaikan. Karena stok yang beras yang dipunyainya dibeli tanggal 22 Desember 2017, tetapi terhambat karna macet di Jakarta, hingga tiba di Bintan terlambat.

” Hingga di Bintan terlambat, lantaran tertunda pelayarannya bersamaan liburan Natal serta Tahun Baru, juga sistem bongkar muat di Pelabuhan Sri Payung yang lambat, ” imbuhnya.

Jadi pengusaha yang memiliki jaringan pengusaha beras dari beragam daerah, menurut dia Kepri serta Bintan tidak akan alami kekurangan beras, jika Gubernur Kepri bersinergi dengan Bea Cukai serta instansi terkait mempermudah labuh kapal di Tanjungpinang, tidak mesti di Batam.

” Harusnya Gubernur Kepri menjembatani supaya tak ada biaya penambahan ke Bea Cukai untuk membawa beras dari Batam ke Bintan, bukannya jadi di tangkap dituduh menyelundup, ” pinta Indra pada Gubernur Kepulauan Riau.

Jika permintaannya itu tercukupi, ia menjamin dapat menghadirkan beras dari Sulawesi Selatan pada bulan Maret yang bakal panen raya. ” Kami dapat datangkan 50 ton dari Sulawesi Selatan, karena disana tengah panen raya, pasti harga tidak tinggi, ” sebutnya.

Beras yang dijualnya sekarang ini dengan harga sekitar Rp280. 000 per 25 kilogram (kg) atau sekitaran Rp11. 200-Rp11. 500 per kg. Harga ini naik Rp160-Rp460 dari harga awal mulanya Rp11. 040 per kg. ” Harga sebelumnya Rp11. 040 per kg, jadi Rp11. 200 hingga Rp11. 500, ” katanya.

Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Disperindag Bintan, Setia Kurniawan menyebutkan, hingga waktu ini belum ada kelangkaan beras. Harga Eceran Teratas (HET) untuk beras premium di Bintan Rp13. 300 per kilogram juga masih tetap terjangkau oleh pedagang. HET ini sesuai Ketentuan Menteri Perdagangan (Permendag) No 47/2017.

” Kelangkaan memanglah belum ada. Namun potensi kelangkaan kedepan ada, ” kata Setia. Potensi kelangkaan itu, kata Setia, karena pedagang beras di Bintan biasanya menghadirkan beras dari Pasar Induk Cipinang Jakarta.

Sesaat di Pasar Induk Cipinang harga nya saat ini telah naik tinggi, harga naik mencapai Rp2. 000-Rp3. 000 per kg. ” Sebagian pengusaha telah mengemukakan bakal menaikkan harga beras premium yang mereka jual. Karna harga belinya telah naik tinggi, ” tutur Setia.

Tetapi, pihaknya telah berkoordinasi dengan Bulog, untuk melaksanakan operasi pasar dengan kwalitas beras medium, supaya kenaikannya tidaklah terlalu tinggi. ” Kenaikan tidak terelakkan, namun bakal kita imbangi dengan operasi pasar dari Bulog, supaya tidak terlalu tinggi, ” katanya.