Stanchart Memperkirakan Investasi Asing Lebih Tinggi Tahun Ini

Berita Bisnis – Standard Chartered Bank memprediksi realisasi investasi swasta di Indonesia tahun 2018 juga akan semakin meningkat. Keadaan ini terjadi bersamaan dengan terbatasnya fiskal pemerintah serta iklim investasi yang selalu membaik.

Stanchart Memperkirakan Investasi Asing Lebih Tinggi Tahun Ini

Chief Economist, Standard Chartered Bank Indonesia, Aldian Taloputra menerangkan bagaimana kenaikan biaya infrastruktur yang hanya sebesar 6 persen. ” Ini tambah lebih lamban dari perkiraan perkembangan sebesar 44 persen di tahun ini, ” tuturnya dalam acara selesai peluncuran hasil riset Global Research Briefing (GRB) Standar Chartered Bank di Jakarta, Senin, 22 Januari 2018.

Untuk menjangkau tujuan pertumbuhan ekonomi sebesar 5, 4 persen di tahun 2018, pemerintah memang sangat menghendaki peran lebih dari investasi swasta. Wakil Presiden Juiceuf Kalla sempat menyampaikan kalau penambahan jumlah investasi swasta didalam negeri yaitu solusi untuk mendongkrak perekonomian.

Tetapi sayangnya, dengan masyarakat lebih dari 254, 9 juta jiwa, volume investasi swasta di Indonesia masih termasuk rendah. Akhir 2017, Tubuh Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi swasta cuma mencapai Rp 2. 126 triliun, atau 25, 4 persen dari tujuan sebesar Rp 8. 386 triliun.

Aldian meneruskan, keadaan sama juga dihadapi Tubuh Usaha Punya Nasional (BUMN) yang awal mulanya menginginkan tingkatkan moal sampai 7 persen di tahun 2018. Tetapi, malah telah mengalami penurunan dari 40 persen sejak semester pertama 2017.

Saat ini, kata Aldian, pemerintah juga sudah mengatur kerlibatan BUMN pada proyek dengan nilai minimal Rp 100 miliar. ” Keinginannya membatasi campur tangan BUMN serta mendorong pembiayaan pihak swasta, ” kata Aldian.

CEO Standard Chartered Bank Indonesia, Rino Donosepoetro juga menilainya, perbaikan iklim investasi di Indonesia juga tidak kalah berpengaruh dalam mendorong projectsi penambahan investasi swasta. Berdasar pada World Bank’s Ease of Doing Business Survey, tempat keringanan berupaya di Indonesia selalu bertambah, dari tempat 91 jadi 72.

Rino memberikan, peringkat layak investasi Indonesia dari tiga instansi rating besar internasional juga selalu bertambah, Ketiganya yaitu Standard & Poor’s (S&P), Moody’s, and Fitch Group. Semua ini, katanya, buat perekonomian Indonesia dalam tempat yang begitu baik untuk investasi. ” Butuh credit (pujian) untuk pemerintah, ” tuturnya.