Untuk Dapat Mengikuti Pilpres Harus Ikuti Persyaratan Ini

Untuk Dapat Mengikuti Pilpres Harus Ikuti Persyaratan Ini

Berita Terbaru – Bagian pendaftaran Penentuan Presiden 2019 makin dekat. Beberapa nama yang digadang berubah menjadi capres juga nampak, termasuk juga yang sekarang ini berubah menjadi kepala daerah.

Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri, Bahtiar menuturkan, kepala daerah yang diusung parpol menjadi capres atau cawapres mesti mendapat izin dari presiden.

” Izin dari Presiden ini adalah dokumen kriteria yang perlu dipenuhi kepala daerah yang mengambil keputusan ingin atau diusung parpol menjadi capres atau menjadi cawapres, ” kata Bahtiar, dalam konfirmasinya, Selasa 17 Juli 2018.

Kepala daerah yang disebut ialah Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Wali Kota serta Wakil Wali Kota. Perihal ini merujuk pada Masalah 171 ayat 3 Undang-Undang Nomer 7 Tahun 2017 mengenai Penentuan Umum.

Lalu dia juga mencuplik, Masalah 171 ayat 4 yang berbunyi : Surat keinginan izin gubernur, wagub, bupati, wakil bupati, walikota serta wakil walikota seperti disebut pada ayat (1) dikatakan pada KPU oleh Partai Politik atau Kombinasi Partai Politik menjadi dokumen kriteria calon Presiden atau calon Wakil Presiden “.

Sesaat ayat 1 itu berbunyi : Seorang yang menjabat menjadi gubernur, wagub, bupati, wakil bupati, wali kota serta wakil wali kota yang akan dicalonkan oleh Partai Politik atau Kombinasi Partai Politik Peserta Pemilu menjadi calon Presiden atau calon Wakil Presiden mesti memohon izin pada Presiden.

Bahtiar menyatakan, bila keinginan izin ini cukuplah dikatakan pada Presiden saja. Dia mengemukakan, sesuai dengan Masalah 171, surat keinginan izin dari kepala daerah ini setelah itu akan diolah sangat lama 15 hari.

” Sesuai dengan ayat (3) Masalah 171, jika (Presiden) belumlah memberi izin, sementara keinginan izin telah dikatakan, izin dari kepala daerah berkaitan dipandang telah dikasihkan oleh Presiden, ” tutur Bahtiar.

Seperti di ketahui, nama Gubernur DKI jakarta Anies Baswedan serta Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang dijagokan berubah menjadi calon Presiden atau cawapres pada Pilperes 2019.